Praktikum R Dasar

Dokumen ini berisi praktikum singkat untuk memahami dasar-dasar pemrograman R.

Yang akan dipelajari:

Cara belajar yang disarankan: jalankan blok kode satu per satu, amati outputnya, lalu modifikasi nilai/argumen untuk melihat efeknya.


1. Operasi Sederhana di R

R dapat dipakai seperti kalkulator untuk menghitung ekspresi matematika dan menyediakan banyak fungsi bawaan, misalnya max() untuk mencari nilai terbesar.

Hal yang perlu diperhatikan:

  • Fungsi ditulis dengan tanda kurung: nama_fungsi(...)
  • Argumen (input) fungsi dipisahkan dengan koma: max(1, 4, 7)

Interpretasi:

  • 1 + 2 menghasilkan 3
  • max(1, 4, 7) menghasilkan 7 (nilai terbesar)

Latihan 1 — Mudah: Operasi Dasar

Hitung 10 dibagi 4, lalu hitung 10 pangkat 2! Cari nilai minimum dari 10, 5, 20.

10 / 4
10 ^ 2
min(10, 5, 20)

2. Jenis-jenis Variabel dan Tipe Data

Dalam R, variabel digunakan untuk menyimpan data. Anda bisa menyimpan berbagai jenis (tipe) data ke dalam variabel menggunakan simbol panah <-.

Berikut adalah tipe data yang paling sering digunakan di R:

  1. Numeric: Angka (bisa desimal atau bulat). Contoh: 10.5, 42.
  2. Character / String: Teks. Harus diapit tanda kutip " ". Contoh: "Halo".
  3. Logical: Nilai kebenaran (Boolean). Hanya bernilai TRUE atau FALSE.
  4. Factor: Data kategorikal (memiliki tingkatan atau kelompok tertentu).

Gunakan fungsi class() untuk mengecek tipe data suatu variabel.

Character murni hanya menyimpan teks. Factor menyimpan teks sebagai kategori yang memiliki level (kelompok). Factor sangat penting dalam analisis statistik untuk merepresentasikan variabel seperti “Jenis Kelamin” atau “Tingkat Pendidikan”.

Latihan 2 — Sedang: Membuat Variabel

Lengkapi kode di bawah ini untuk membuat variabel dengan tipe data yang sesuai!

umur <- 20
nama <- "Budi" # (Atau nama Anda)
apakah_mahasiswa <- TRUE
class(nama)

3. Analisis Statistik Sederhana

Dalam R, data sering disimpan dalam:

  • Vektor (vector): kumpulan nilai 1 dimensi yang memiliki tipe data yang sama.
  • Data frame: tabel yang terdiri dari baris dan kolom.

Di bagian ini kita fokus pada standar deviasi (sd()), yaitu ukuran sebaran data, dan rata-rata (mean()).

3.1 Standar Deviasi pada Vektor

Gunakan c() (kombinasi) untuk membuat vektor.

3.2 Standar Deviasi pada Kolom Data Frame

data.frame() membentuk tabel. Setiap kolom adalah vektor. Untuk mengambil kolom tertentu dari sebuah data frame, gunakan tanda dolar $, misalnya tabel_data$kolom1.

Simbol $ adalah operator penunjuk di R. Tulisannya dibaca: “Dari data_frame_1, tolong ambilkan kolom bernama data_1 saja”.

Latihan 3 — Sedang: Menghitung Statistik Data Frame

Hitung standar deviasi untuk kolom data_2, rata-rata untuk kolom data_3, dan tampilkan ringkasan (summary()) untuk seluruh tabel!

sd(data_frame_1$data_2)
mean(data_frame_1$data_3)
summary(data_frame_1)

4. Menggambar Grafik

R memiliki fungsi dasar plot() untuk membuat grafik dengan cepat. Ini sering dipakai untuk eksplorasi awal sebelum menggunakan paket visualisasi lanjutan seperti ggplot2.

4.1 Grafik Titik (Scatter)

  • plot(x, y) menggambar satu titik pada koordinat (x, y)
  • Jika x dan y adalah vektor, R menggambar banyak titik

4.2 Mengubah Tampilan Titik dan Garis

Argumen yang sering dipakai untuk mempercantik grafik:

  • type: "p" (titik), "l" (garis), "b" (keduanya)
  • main: judul grafik
  • xlab & ylab: label sumbu
  • col: warna
  • cex: ukuran titik
  • pch: bentuk titik (angka 1-25)

Latihan 4 — Mudah: Modifikasi Grafik

Ganti bentuk titik menjadi bentuk segitiga (pch = 17), warnanya menjadi merah ("red"), dan ubah judulnya menjadi "Grafik Merah"!

plot(1:15, 
     main = "Grafik Merah", 
     xlab = "Sumbu X", 
     ylab = "Sumbu Y",
     type = "b", 
     col  = "red", 
     cex  = 2, 
     pch  = 17)