Praktikum Penanganan Data Hilang
Setelah menyelesaikan praktikum ini, mahasiswa mampu:
- Mengidentifikasi keberadaan dan pola data hilang (missing data).
- Menjelaskan dampak data hilang terhadap analisis regresi.
- Menerapkan berbagai teknik penanganan data hilang di R.
- Membandingkan hasil analisis regresi sebelum dan sesudah penanganan data hilang.
- Merefleksikan pilihan teknik imputasi berdasarkan konteks analisis.
Catatan: Pada setiap tahap, lakukan prediksi: eksekusi kode: refleksi.
1. Mengapa Data Hilang Perlu Ditangani?
Data hilang dapat menyebabkan:
- Bias estimasi koefisien regresi,
- Berkurangnya kekuatan statistik,
- Pelanggaran asumsi model.
Pertanyaan Reflektif
Tergantung polanya. Jika hilangnya tidak acak, menghapusnya tetap bisa menyebabkan bias walaupun jumlahnya sedikit.
Ukuran sampel yang mengecil akan menurunkan power statistik, sehingga variabel yang sebenarnya signifikan bisa menjadi tidak signifikan, dan estimasi koefisien bisa menjadi bias.
2. Mengecek dan Mengeksplorasi Data Hilang
Gunakan dataset bawaan airquality.
2.1 Menghitung Data Hilang
2.2 Visualisasi Data Hilang
Pertanyaan Reflektif
Ozone adalah variabel dengan data hilang terbanyak, terlihat dari banyaknya garis hitam yang tersebar di hampir seluruh rentang observasi. Solar.R juga memiliki beberapa data hilang, namun lebih sedikit dan terkonsentrasi di observasi awal. Variabel lain (Wind, Temp, Month, Day) tidak memiliki data hilang sama sekali (seluruhnya abu-abu). Secara keseluruhan, hanya 4,8% dari total data yang hilang.
Polanya tidak sepenuhnya acak. Dari visualisasi terlihat bahwa beberapa baris observasi memiliki Ozone dan Solar.R yang kosong secara bersamaan, mengindikasikan kemungkinan adanya pola terstruktur (misalnya kondisi cuaca tertentu yang menyulitkan pengukuran keduanya). Ini penting: jika hilangnya bukan acak murni (MCAR), menghapus begitu saja bisa memperkenalkan bias ke analisis.
3. Menghapus Data Hilang
3.1 Menghapus Baris dengan Data Hilang
Refleksi
Jumlah baris akan berkurang drastis, misal dari 153 menjadi 111 observasi.
Kehilangan banyak data akan sangat mengurangi informasi, power statistik, dan bisa mengubah distribusi model secara artifisial.
4. Imputasi Sederhana
4.1 Imputasi Mean dan Median
Refleksi
Asumsinya adalah seluruh observasi yang hilang sangat mirip dengan observasi tipikal (rata-rata), yang mana sering tidak realistis.
Berkurang. Karena kita memasukkan angka konstan berulang kali, varians data akan mengecil secara semu.
5. Imputasi Lanjutan
5.1 k-Nearest Neighbors (kNN)
5.2 Multiple Imputation dengan mice
Refleksi
Imputasi multivariat memanfaatkan korelasi antar variabel untuk menebak nilai kosong, sehingga struktur interaksi data tetap terjaga.
mice membuat beberapa versi dataset (multiple) yang kemudian digabungkan, sehingga ketidakpastian (uncertainty) akibat proses tebak-tebakan data ini ikut masuk perhitungan standar error.
6. Dampak Data Hilang terhadap Analisis Regresi
6.1 Regresi Tanpa Penanganan Data Hilang
6.2 Regresi Setelah na.omit()
6.3 Regresi Setelah Imputasi (mice)
Pertanyaan Reflektif
R-squared pada model yang diimputasi mean sering kali menurun, tapi R-squared tinggi dari na.omit bisa jadi ilusi karena sampel menjadi homogen.
Secara statistik, model dari mice umumnya paling bisa diandalkan untuk inferensi populasi karena menghindari bias seleksi dan meremehkan standar error.
7. Mini-Tugas
- Coba bandingkan hasil regresi antara imputasi mean dan kNN.
- Buat tabel ringkas berisi koefisien utama dari setiap model.
- Tuliskan 3–5 kalimat refleksi:
Teknik penanganan data hilang apa yang akan Anda pilih untuk analisis regresi dan mengapa?
8. Penutup: Jurnal Refleksi
Jawab singkat:
- Kesalahan paling fatal apa yang mungkin terjadi jika data hilang diabaikan?
- Apakah selalu ada satu teknik imputasi yang “paling benar”?
- Bagaimana penanganan data hilang berkaitan dengan validitas kesimpulan regresi?
Inti: Bukan sekadar menjalankan fungsi, tetapi menyadari konsekuensi metodologis dari setiap pilihan analisis.